Tampilkan postingan dengan label modul 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label modul 1. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Mei 2014

Sebelum memulai perakitan komputer, perlengkapan yang perlu disiapkan seperti : tang, obeng, kabel, sekrup, jumper, baut, driver dan program aplikasi. Dan juga harus diperhatikan mengenai kompatibilitas / kesesuaian dari komponen-komponen terhadap motherboard karena setiap jenis motherboard mendukung jenis prosessor, RAM, port dan I/O bus yang berlainan.

Langkah-Langkah Merakit Komputer :

1. Memasang Processor ke Motherboard

Alangkah baiknya sebelum motherboard dipasang ke casing, terlebih dahulu memasang processor karena akan lebih mudah cara memasangnya. Cara memasang processor ke motherboard yaitu :
  • Kita tentukan dulu posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan tanda titik atau lekukan.
  • Angkat tuas pengunci socket ke atas supaya terbuka
  • Sesuaikan posisi kaki processor dengan lubang socket, kalau sudah lalu tekan processor ke dalam socket sampai rapat.
  • Kunci kembali dengan tuas pengunci.

2. Memasang Motherboard 

Untuk memasang Motherboard pada casing yaitu letakkan motherboard pada tray casing dan sesuaikan lubang antara casing dan lubang motherboard, lalu kunci dengan sekrup.


3. Memasang Heatsink

Setelah processor terpasang, lalu pasang heatsink supaya processor tidak panas. Heatsink ini diletakkan diatas processor dan diberi penahan supaya tidak lepas. Sebelumnya lapisi heatsink dengan Gel penghantar panas. Apabila heatsink anda ada kipasnya/fan maka konektor power pada kipas/fan hubungkan ke motherboard.


4. Memasang RAM / Memori

Cara memasang Ram / modul memori yaitu : Buka dulu tuas penguncinya, lalu sesuaikan posisi lekukan pada modul memori dengan lekukan pada slot. Kalau sudah pas lalu tekan dan pasang kembali tuas pengunci RAM / memori.






5. Memasang Power Supply

Biasanya kalau kita membeli casing pasti power supply sudah terpasang. Nah apabila power supply belum terpasang caranya memaangnya yaitu :

  • Letakkan power supply pada tempatnya yang ada dibelakang casing, lalu kunci dengan sekrup.
  • Pasang konektor power dari power supply ke motherboard berikut kabel-kabelnya.

6. Memasang Kabel Motherboard dan Casing

  • Pasang kabel konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
  • Untuk motherboard non ATX, pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard.
  • Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
  • Hubungkan kabel konektor mouse dan keyboard pada motherboard.
  • Hubungan kabel konektor yang lainnya seperti LED, speaker internal dan port yang tersedia di casing komputer.

7. Memasang Drive

Untuk memasang drive seperti harddisk, CD-ROM/DVD-ROM caranya yaitu :

  • Masukkan drive dari depan casing. Atur dulu settingan jumper (sebagai master atau slave) pada drive, lalu pasang sekrup supaya drive tidak lepas.
  • Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primer yang dipakai lebih dulu)
  • Apabila kabel IDE terhubung pada 2 (dua) drive, setting jumpernya yaitu drive pertama disetting sebagai master dan satunya lagi sebagai slave.
  • Dan konektor IDE sekunder pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
  • Sambungkan kabel power dari catu daya pada masing-masing drive.


8. Memasang Card Adapter

Untuk Card Adapter yang bisanya dipasang adalah sound, video card, modem dan SCSI adapter. Cara pemasangannya yaitu : masukkan Card Adapter pada slot yang tersedia di motherboard, lalu tekan sampai konektor benar-benar masuk, kemudian beri sekrup sebagai penahan card.



9. Tahap terakhir perakitan komputer

Kalau semua langkah-langkah perakitan komputer sudah selesai, kini tutup dengan casing dan beri sekrup. Hubungkan kabel dari catu daya ke soket dinding dan juga hubungkan konektor monitor ke port video card, konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse.

10. Pemeriksaan Hasil Perakitan Komputer

Setelah komputer selesai dirakit, kita lakukan pemeriksaan dan pengetesan hasilnya dengan program BIOS, caranya yaitu :
  • Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
  • Program POST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terjadi kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep. Dan bunyi beep berbeda sesaui BIOS yang ada pada motherboard.
  • Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. Tekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS.
  • Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa setting mungkin harus dirubah nilainya teruatama kapasitas harddisk dan boot sequence.
  • Simpan perubahan setting dan keluar dari setup BIOS.
11. Solusi bila terjadi masalah pada hasil perakitan komputer
  • Hidupkan komputer, apabila komputer dan monitor tidak hidup, periksa kabel daya pada colokan listrik sudah terhubung apa belum.
  • Apabila waktu dinyalakan, tampilan layar monitor ngeblank / berwarna hitam, pasti ada kesalahan dan apabila pada CPU terdengar bunyi beep, maka betulkan penempatan RAM / memori pada soket.
  • Apabila card adapter tidak terdeteksi, periksa penempatan card adapter sudah pas apa belum ke slotnya.
  • Apabila LED dari harddisk atau CD menyala terus, periksa konektornya sudah terhubung apa belum.
Kesimpulan : 
Saat melakukan perakitan komputer dibutuhkan ketelitian, dan tahu tentang pesan kesalahan pada POST karena itu berpengaruh terhadap hasil komputer yang telah dirakit. Karena jika ada hardware atau dalam perakitan ada kesalahan, nantinya dalam proses POST akan muncul keterangan kesalahan di layar monitor atau pun tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep, bunyi beep tertentu sesuai kesalahan. Kesalahan yang sering dilakukan yakni kurang telitinya saat dalam perakitan, misalnya terbalik dalam pemasangan front panel, pemasangan hardware (RAM, Processor, Heatsink) terbalik dan dipaksakan yang berakibat hardware menjadi rusak. Dan orang jarang memkirkan kebutuhan daya pada komputer dengan tegangan yang ada pada power supply sehingga kurang daya dan komputer tidak dapat menyala. Jadi POST sangat penting dalam perakitan dan pendeteksian kesalahan hardware saat komputer di nyalakan.

Rabu, 21 Mei 2014

Cisco IT Essentials merupakan sebuah software aplikasi untuk simulasi perakitan komputer dan laptop. Software ini sangat mudah digunakan untuk yang baru belajar merakit komputer dan laptop. Berikut ini tampilan Cisco IT Essentials.


Berikut ini langkah-langkah merakit sebuah komputer menggunakan Cisco IT Essentials :
1. Pada menu utama pilih Virtual-PC, setelah itu muncul kotak dialog yang terdiri dari beberapa bagian CPU
2. Pada menu Power Supply hanya menunjukkan tata letak Power Supply.
3. Pada menu Motherboard, kita bisa membongkar Heatsink, Processor, RAM dan memasangnya kembali.

  
          Keterangan :
  1. Kabel daya Heatsink yang terhubung pada Motherboard, klik seperti pada gambar untuk melepas dan memsangnya kembali.
  2. Heatsink, untuk melepasnya klik pada Heatsnik sampai 4 pengunci terbuka (naik keatas) kemudian klik lagi pada Heatsink.
  3. RAM (Random Access Memory), untuk melepas klik pada RAM. Untuk memasangnya, drag RAM ke socket RAM.
4. Pada menu Adapter Card, kita bisa membongkar Wireless Card, NIC , Video Adapter, kita juga bisa memasangnya kembali.

          Keterangan :
  1. Wireless Adapter yang terpasang pada slot ISA, untuk melepas klik pada gambar dan untuk memasangnya drag perngkat ke slot ISA.
  2. NIC (Network Interface Card) yang terpasang pada slot PCI, untuk melepas klik pada gambar dan untuk memasangnya drag perngkat ke slot PCI. 
  3. Video Adapter / VGA Card yang terpasang pada slot AGP, untuk melepas klik pada gambar dan untuk memasangnya drag perngkat ke slot AGP. 
5. Pada menu Internal Drive, hanya memberikan info tata letak dari Internal Drive. Seperti CD/DVD Rom, Floppy Disk dan Harddisk.


6. Pada menu Drive in External, hanya memberika info tata letak External Drive. Yang biasanya menggunakan port USB.

7. Pada menu Internal Cable, kita dapat memasang kabel-kabel internal yang terhubung antara perngkat dan motherboard. Misalnya kabel PATA, SATA, kabel power, kabel heatsink dan kabel untuk Floppy Disk.

           Keterangan :
  1. Kabel PATA yang terhubung ke slot IDE1 motherboard ke optical drive(CD/DVD Rom)
  2. Kabel Floppy yang terhubung ke slot IDE2 motherboard ke Floppy Disk. (Hampir mirip dengan kabel PATA hanya saja ukuran nya lebih kecil).
  3. Kabel power yang terhubung ke harddisk.
  4. Kabel power yang terhubung ke optical drive (CD/DVD Rom).
  5. Kabel power yang terhubung ke motherboard.
  6. Kabel power yang terhubung ke motherboard.
  7. Kabel SATA yang terhubung ke motherboard dan harddisk.
  8. Kabel daya dari heatsink yang terhubung ke motherboard.
                 Untuk memasang tiap kabel pada perangat klik pada gambar, ikuti petunjuk (berwarna kuning) pada kabel. Dan untuk melepasnya klik pada bagian badang kabel (kabel yang dapat dilepas hanya yang bisa terlepas, seperti kabel PATA, kabel Floppy dan SATA).

8. Pada menu External Cable, kita dapat memasang kabel dari luar yang terhubung pada CPU. Seperti kabel power untuk power suplly, kabel keyboard, kabel mouse, kabel monitor, LAN dan kabel yang terhubung pada port USB.


           Keterangan :
  1. Kabel yang terhubung ke arus DC.
  2. Kabel yang terhubung ke keyboard.
  3. Kabel yang terhubung ke mouse.
  4. Kabel yang terhubung ke perangkat yang menggunakan USB. Misalnya joystick, printer, scanner.
  5. Kabel yang terhubung ke monitor.
  6. Kabel yang terhubung ke NIC.
  7. Antena dari perangkat wireless adapter.

Sabtu, 17 Mei 2014

BIOS (Basic Input Output System)

   
BIOS adalah singkatan dari Basic Input Output System. merupakan suatu software (ditulis dalam bahasa assembly) yang mengatur fungsi dasar dari perangkat keras (hardware) komputer. BIOS tertanam dalam sebuah chip memory (ROM ataupun Flash Memory berbahan Comlpimentari Metal Oxide Semiconductor (CMOS) yang terdapat pada motherboard. Sebuah baterai yang biasa disebut sebagai baterai CMOS berfungsi untuk menjaga agar tanggal dan settingan lainnya yang telah kita set pada BIOS tidak hilang atau kembali ke konfigurasi awal meskipun komputer dimatikan.

Fungsi utama BIOS

Fungsi utama BIOS adalah untuk memberikan instruksi yang dikenal dengan istilah POST (Power On Selft Test) yaitu perintah untuk menginisialisasi dan identifikasi perangkat sistem seperti CPU, RAM, VGA Card, Keyboard dan Mouse, Hardisk drive, Optical (CD/DVD) drive dan hardware lainnya pada saat komputer mulai booting.

Cara Kerja BIOS 

Cara kerja BIOS adalah dimulai dengan proses inisialisasi, dimana dalam proses ini kita bisa melihat jumlah memory yang terinstall, jenis hardisk dan kapasitasnya dan sebagainya. BIOS kemudian akan mencari, menginisialisasi dan menampilkan informasi dari Graphics Card. Kemudian akan mengecek device ROM lain seperti hardisk dan kemudian melakukan pengetesan RAM yaitu memory count up test. Setelah  semua test komponen berhasil dilakukan, BIOS kemudian akan mencari lokasi booting device dan Sistem Operasi.

MENU-MENU PENGATURAN PADA BIOS

Cara Akses BIOS

Untuk mengakses BIOS dapat kita lakukan dengan menekan tombol tertentu (biasanya tombol Delete atau F2) pada Keyboard pada saat pertama kali komputer dinyalakan. Akan terdapat tulisan misalnya "Pres F2 to enter setup", maka langsung saja tekan tombol F2 berulang-ulang.

Cara seting atau konfigurasi BIOS ini berbeda-beda tergantung dari vendor pembuatnya, disini saya akan menampilkan menu-menu pada BIOS yang umum kita temui yaitu Phoenix Award BIOS. Menu utama pada BIOS ini adalah :
1.    Standard CMOS Features, untuk seting tanggal dan melihat hardisk yang terdeteksi, dll.
2.    Advanced BIOS Features, pengaturan boot device priority (pilihan device untuk pertama booting) dapat diset disini.
3.    Advanced Chipset Features
4.    Integrated Peripherals
5.    Power Management Setup, pembagian tegangan untuk masing-masing periferal dimana ini sering digunakan untuk overclocking
6.    PnP/PCI Configuration, mengkonfigurasi clock/kecepatan dari setiap perangakat yang terpasang pada port PCI/PnP,misal vga pci ,lancard pci, wirelles port pci, HDMI,dll
7.    PC Health Status, kita bisa cek temperatur dan tegangan dari Power Suplly disini.
8.    Load Fail-Safe Defaults (Load Factory Setting), pilih menu ini untuk mengembalikan seluruh setingan ke mode asalnya (default).
9.    Load Optimized Defaults, mengembalikan settingan optimal yang direkomendasikan oleh bawaan pabrik.
10.    Set Supervisor Password, memberi kata sandi agar tidak sembarangan user mampu mengubah-ubah settingan BIOS
11.    Set User Password,
12.    Save & Exit Setup, menyimpan settingan BIOS lalu keluar.
13.    Exit Without Saving , keluar dari layar bios tanpa menyimpan settingan.

KESIMPULAN :

BIOS (Basic Input Output System) merupakan hal yang sangat vital yang dapat membantu kita saat hendak melakukan troubleshooting pada kerusakan komputer. Seperti misalnya :
a.    Kasus komputer mati total ternyata bisa diatasi dengan cara mereset BIOS komputer,
b.    saat hendak melakukan istallasi windows pengaturan first boot harus diatur terlebih dahulu disini.
c.    Melihat spesifikasi perkakas komputer
d.    bahkan saat mengoptimalkan kinerja komputer yang lebih dikenal dengan overclocking.
Peripheral adalah hardware tambahan yang disambungkan ke komputer, biasanya dengan bantuan kabel ataupun sekarang sudah banyak perangkat peripheral wireless. Peripheral ini bertugas membantu komputer menyelesaikan tugas yang tidak dapat dilakukan oleh hardware yang sudah terpasang didalam casing.

1. Peripheral utama (main peripheral)
Yaitu peralatan yang harus ada dalam mengoperasikan komputer. Contoh periferal utama yaitu: monitor, keyboard dan mouse.
2. Peripheral pendukung (auxillary peripheral)
Yaitu peralatan yang tidak mesti ada dalam mengoperasikan komputer tetapi diperlukan untuk kegiatan tertentu. Contohnya yaitu: printer, scanner, modem, web cam dan lain-lain.
Sedangkan berdasarkan proses kerjanya dalam mendukung pengoperasian komputer terbagi menjadi:
1. Perangkat masukan (input)
Adalah perangkat yang digunakan untuk memasukkan data atau perintah ke dalam komputer. Perangkat tersebut antara lain :

Keyboard
Berbentuk mirip mesin ketik yang berisi huruf, angka, simbol-simbol khusus serta tombol-tombol fungsi. Gunanya untuk memberi perintah kepada komputer dengan cara menuliskannya atau menekan kombinasi beberapa tombol.

Mouse
Alat yang mirip tikus dan terdiri dari dua atau tiga tombol, berfungsi untuk mengendalikan kursor/pointer dilayar monitor dengan cara menggerakkannya maju, mundur atau kesamping.

Scanner
Alat yang mirip mesin fotocopy ini, memiliki fungsi hampir sama dengan mesin fotocpy. Hanya saja data yang di input kan tak langsung di proses akan tetapi di simpan di komputer dan data bisa di edit terlebih dahulu.

Microphone


Alat ini sama halnya dengan micrphone yang lain, yakni berfungsi sebagai menginput suara yang nanti nya bisa di simpan di komputer atau langsung di keluarkan melalui speaker.

Digitizer
Alat ini berfungsi untuk menginput data seperti tulisan maupun untuk mengedit dengan lebih fleksibel karena menggunakan pen seperti saat kita menulis.Alat ini biasanya digunakan dalam hal desain.

2. Perangkat keluaran (output)

Adalah peralatan yang kita gunakan untuk menampilkan hasil pengolahan data atau perintah yang dilakukan oleh komputer. Perangkat tersebut antara lain :

Printer
Alat ini memiliki fungsi mencetak hasil kerja dalam media kertas. Mulai dari teks sampai gambar, mulai dari hitam putih hingga yang berwarna.


Plotter
Alat ini memiliki fungsi yang hampir sama dengan printer, hanya saja media yang digunakan jauh lebih besar dan tidak hanya berupa kertas. Dan hasilnya jauh lebih bagus dari printer.

Monitor
Alat ini memiliki fungsi menampilkan data berupa grafis tampilan yang sedang di operasikan. Dan pada contoh gambar merupakan Monitro jenis LCD.


Speaker
Alat ini berfungsi mengeluarkan data berupa suara. Alat ini merupakan perangkat tambahan, karena sebagian monitor dapat langsung mengeluarkan suara seperti televisi.

Headphone
Alat ini memiliki fungsi yang hampir sama dengan speaker, hanya saja ini lebih ke individu. Karena di pasangkan di kepala seseorang.

Tidak hanya itu, karena ada sebagian perangkat yang masuk dalam 2 jenis tersebut, misalnya headset yang memiliki fungsi sebagai perangkat headphone dan microphone.
POST atau power on self test adalah sebuah test yang dilakukan oleh PC untuk mengecek fungsi-fungsi komponen pendukung apakah bekerja dengan baik. POST ini terjadi pada saat proses booting. 
Jika ada permasalahan yang terjadi pada PC tersebut maka POST akan mendeteksi gejala permasalahan itu dan memberikan pesan melalui suara yang di sebut dengan BEEP, atau dalam tampilan visual di layar monitor.
POST memungkinkan pengguna untuk mendeteksi, mengisolasi, menentukan, dan menemukan kesalahan pada PC sehingga dapat memperbaiki kerusakan tersebut.
    1.      Prosedur post
a) Test Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas
     pendingin power supply berputar.
b) Secara otomatis dilakukan reset terhadap kerja CPU oleh sinyal
     power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi
     baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan
     instruksi awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
c) Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus dapat dibaca.
    Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat program
    POST.
d) Pengecekkan terhadap CMOS, CMOS harus dapat bekerja dengan
    baik. Program POST diawali dengan membaca data setup (seting
    hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai data acuan untuk
    pengecekan.
e) Melakukan pengecekkan CPU, timer (pewaktuan), kendali memori
    akses langsung, memory bus dan memory module.
f) Memori sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat dibaca/ditulis
    untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
g) Pengecekkan I/O controller dan bus controller. Controller tersebut
     harus dapat bekerja untuk mengontrol proses read/write data.
    Termasuk I/O untuk VGA card yang terhubung dengan monitor.
Jika salah satu dari prosedur post di atas tidak berhasil di lewati oleh pc maka POST akan memberikan pesan melalui kode suara atau disebut beep melalui speaker atau juga memberikan pesan pada layar monitor. 

     2.      Pesan/peringatan POST
Sesuai prosedur yang dilakkukan post yang dilakukan oleh BIOS diatas maka gejala-gejala permasalahan yang kan muncul adalah sebagai berikut :

NO
GEJALA
Pesan peringatan kesalahan
1
CPU dan Monitor mati,
tidak ada beep
1. Instalasi fisik ke tegangan
    listrik AC  110/220V
2. Power supply
2
CPU hidup, Monitor Mati, Tidak ada beep
1. Instalasi fisik ke tegangan
listrik AC  110/220V
2. Power supply
3
CPU hidup, Monitor Mati, ada beep
Disesuaikan dengan beep

Jika test power supply berhasil di lewati maka BIOS akan melakukan prosedur POST selanjutnya, jika terjadi kesalahan setelah tahap power supply ini maka POST akan memberikan pesan melalui suara atau kode beep sesuai dengan bios yang digunakan.


Kode Beep AWARD BIOS
NO
Gejala
Pesan/peringatan
1
1 beep pendek
PC dalam keadaan baik
2
1 beep panjang
Problem di memory
3
1 beep panjang
2 beep pendek
Kerusakan di modul RAM parity
4
1 beep panjang
3 beep pendek
Kerusakan di bagian VGA
5
Beep terus menerus
Kerusakan di modul memori atau memori video

Kode Beep AMI BIOS
No
Gejala
Pesan/peringatan kesalahan
1
1 beep pendek
DRAM gagal merefresh
2
2 beep pendek
Sirkuit gagal mengecek
3
3 beep pendek
BIOS gagal mengakses 64KB pertama
4
4 beep pendek
Timer pada sistem gagal bekerja
5
5 beep pendek
Motherboard tidak dapat menjalankan prosessor
6
6 beep pendek
Controler pada keyboard tidak dapat berjalan dengan baik
7
7 beep pendek
Vidio mode error
8
8 beep pendek
Test memory VGA gagal
9
9 beep pendek
Checksume error ROS BIOS bermasalah
10
10 beep pendek
CMOS shutdown read/White mengalami error
11
11 beep pendek
Chace memori error
12
1beep panjang
3 beep pendek
Conventional/extended memori rusak
13
1 beep panjang
8 beep pendek
Test tampilan gambar gagal

Kode Beep IBM BIOS
No
Gejala
Pesan/peringatan kesalahan
1
Tidak ada beep
Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
2
1 beep pendek
Normal POST dan PC dalam keadaan baik
3
Beep tterus menerus
Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
4
Beep pendek berulang-ulang
Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
5
1 beep panjang
1 beep pendek
Masalah motherboard
6
1 beep panjang
2 beep pendek
Masalah bagian VGA card (mono)
7
1 beep panjang
3 beep pendek
Masalah bagian VGA card (EGA)
8
3 beep pendek
Keyboard error
9
1 beep, blank monitor
VGA card sirkuit
background